19.1.16

Makanan Halal di Tokyo (Halal Food Place in Tokyo)

Kompilasi dan Peta Lokasi Makanan Halal di Tokyo

From: http://jnetworkonline.com/2015/06/28/five-halal-food-places-to-try-out-in-ikebukuro/

One worry that many Muslim visitors to Japan is whether it is convenient to find Halal food. Do not worry! Japan provides Muslim-friendly restaurants, and some are also certified Halal ranging from western cuisines to Malay cuisines and even to the local Japanese cuisines as well! Check out our list of 5 Halal food places that you can try out in one of the Tokyo’s central wards: Ikebukuro.


1. Manhattan Fish Market

Looking for Halal western food in Tokyo, and nearby a station? Look no further! Manhattan Fish Market sells a variety of western food from classic Fish & Chips to Grilled Dory, and much more seafood selections, choice of fried, poached, baked, grilled or flamed. Manhattan Fish Market is certified by the Malaysia Halal Certification, and with the location just a three-minute’s walk away from Ikebukuro station, it’s definitely a place worth to have for lunch or dinner in Ikebukuro.

Manhattan Fish Market, disertifikasi oleh Badan Sertifikasi Halal Malaysia, menyediakan menu hidangan laut khas barat seperti Fish & Chips dan Ikan Dori Panggang serta aneka menu hidangan laut lain,  baik digoreng, rebus, dipanggang, dan dibakar. Lokasinya hanya 3 menit jalan kaki dari stasiun Ikebukuro.

Location:  Sankei 33 Building B1F, 1 Chome-4-2 Higashiikebukuro, Toshima-ku, Tokyo
Opening Hours: 11am – 11pm (Last order at 10.30pm)
Website (English): http://www.manhattanfishmarket.com/japan.html



2. Malaychan*


If you are a Malay Muslim and are not used to Japanese cuisine, then this restaurant is the place for you. Located within a 3-minute walk from Ikebukuro subway, the restaurant provides Malay cuisine from traditional Nasi Lemak to the all-famous Fish Head Curry. In addition, Muslim travelers outside of Southeast Asia who would like to experience Malay dishes might want to check this place out! This restaurant is the only restaurant in Japan that has earned its Halal Certification from the Malaysian Government!

Menyediakan makanan khas melayu seperti Nasi Lemak dan Gulai Kepala Kakap, Malaychan disertifikasi oleh Badan Sertifikasi Halal Malaysia.  Lokasinya 3 menit jalan kaki dari stasiun Ikebukuro.

Location: 3 Chome-22-6 Nishi-ikebukuro, Toshima-ku, Tokyo

Opening Hours: Mondays: 5PM-11PM
Tuesdays-Thursdays: 11AM-12:30PM (lunch); 5PM-11PM (dinner)
Friday-Saturday: 11AM-12:30PM (lunch); 5PM-midnight (dinner)
Sunday: 11:00AM-11:00PM
Website (Japanese): http://www.malaychan-satu.jp/

*Note: Their sister restaurant, Malaychan Dua in Higashi-Ikebukuro is not halal-certified
Walaupun satu grup, restoran Malaychan Dua di Higashi-Ikebukuro tidak bersertifikasi halal

3. Nakohara Bokujou (Nakohara Farm)


Going to Tokyo and fancy some halal local dessert on a hot summer day? Nakohara Bokujou is definitely a must-go place for you. Located at B2 of Tobu Department Store, very close to Ikebukuro Tobu Line, this shop provides a refreshing variety of dairy products from the local Nakohara Farm promising you high quality milk. Do try out their delicious yogurt drinks as well as the satisfying different flavours of ice cream such as milk, chocolate and even the local favourite, Matcha.

Jika anda ingin mencoba hidangan penutup yang menyegarkan dari aneka produk susu, jangan lupa datang ke Nakohara Bokujou di lantai B2 Tobu Department Store, sangat dekat dari Ikebukuro Tobu line.

Location: Toshima-ku, Tokyo Nishiikebukuro 1-1-25 Yubinbango 171-8512
Tobu Department Store Ikebukuro B2 address 8
Opening hours: Mon-Sat – 10:00 to 21:00 / [Day festival] 10:00 to 20:00
Website (Japanese): http://nakahora-bokujou.jp/index.html

4. Minokichi

Located at the 15th floor of Tobu Ikebukuro is a restaurant that lets you experience the taste of Kyoto. The restaurant offers the Muslim-friendly “Halal Gozen” menu. This restaurant is definitely a recommendation for Muslim tourists to experience traditional Japanese cuisine while relaxing after a hard day of shopping around Ikebukuro. However, for the halal meal, a reservation is required, at least 5 days in advance.

Mikonokichi menyediakan menu "Halal Gozen" yang sangat perlu dicoba oleh para wisatawan muslim yang ingin mencoba hidangan khas Jepang dalam suasana santai setelah berbelanja di daerah Ikebukuro, namun jangan lupa untuk melakukan reservasi tempat 5 hari sebelumnya.

Location: Spice Ikebukuro Tobu 15F, 1-1-25, Nishiikebukuro, Toshima-ku, Tokyo
Opening hours: Monday to Saturday: 11:00-23:00 / Sunday & Holiday: 11:00-22:00.
Website (Japanese): http://www.minokichi.co.jp/profile/shop31/index.html


5. Pran Pone

Italian cuisine in Tokyo? This is the place for you. Pran Pone is known as Japan’s first Halal Italian Restaurant, with certification from Japan Islam Cultural Centre. From pasta to pizza, this place provides Italian cuisine that you just have to try! In addition, this restaurant also provides a couple of dishes from Bangladesh as well. Suitable for dates, family dinners or even friend outings as well! It is definitely a place that Muslims will enjoy!

Ini adalah restoran Italia bersertifikasi halal dari Japan Islam Cultural Center. Aneka hidangan mulai dari pasta sampai pizza sangat cocok dinikmati bersama pasangan, keluarga, atau teman-teman. Uniknya, tersedia juga beberapa hidangan khas Bangladesh yang merupakan negeri asal pemilik restoran ini.

Location: Hako Building 1F, 1 Chome-9-5 Toyotamakami, Nerima-ku, Tokyo
Opening hours: Lunch/Café: 10:30 AM – 3:00 PM
Dinner/Café: 3:00 pm – 9:30 PM (L.O 9:00 PM)
Closed on Mondays, except on national holidays that fall on Monday
Website (English): http://www.pran-pone.jp/en/index.html


As most of the restaurants mentioned are nearby Ikebukuro Subway station, here are some of the lines that go to Ikebukuro:

– JR Yamanote Line
– JR Saikyo Line
– JR Shonan Shinjuku Line
– Tobu Tojo Line
– Seibu Ikebukuro Line
– Subway Lines: Marunouchi, Yurakucho and Fukutoshin.


From: http://food.detik.com/read/2015/09/10/190654/3015752/901/itadakimasu-ini-10-restoran-bersertifikasi-halal-dengan-sajian-lezat-di-tokyo--1-
dan
http://food.detik.com/read/2015/09/10/194055/3015801/901/itadakimasu-ini-10-restoran-bersertifikat-halal-dengan-sajian-lezat-di-tokyo--2-



1.Malaychan (Ikebukuro)

Malaychan adalah salah satu restoran di Jepang yang telah menerima sertifikasi halal oleh pemerintah Malaysia.​ ​Ini adalah sebuah restoran C​h​ina Mal​a​ysia​ ​di daerah Ikebukuro. Restoran ini buka setiap hari
hari Minggu dan Senin buka dari pukul 17.00 - 23.00. Untuk hari Selasa hingga Kamis buka dari pukul 11.00-12:30 hanya untuk melayani makan siang.​ ​Buka kembali pukul 17.00-22.00.

Address/Alamat:
3 Chome-22-6 Nishi-ikebukuro,
Toshima-ku, Tokyo


2.Sumiyakiya (Roppongi)
Restoran lokal yang bersertifikat halal terletak di Roppongi.​ ​Jika suka yakiniku,Anda bisa mampir ke restoran ini. Di tempat ini Anda bisa menyantap yakiniku ​dan beragam hidangan Jepang lainnya yang terjamin kehalalannya. ​


Address/Alamat:
3-29-16, Nishiazabu, Minato-ku, Tokyo
Check out the map here: http://sumiyakiya.com/access/index.html


3. Gyumon (Shibuya)
Sama seperti Sumiyakiya​, restoran ini juga ​restoran lokal yakiniku yang bersertifikat halal di Shibuya.​ ​Restoran ini buka setiap hari dari pukul 17.00-04.00.​ ​Harga yang ditawarkan sekitar 3000 yen.
​Lokasinya strategis dan cocok untuk​ ​tempat ​ makan malam sehabis pulang berbelanja.

Address/Alamat​:​
3 Chome-14-5 Shibuya,Shibuya-ku,Tokyo-to

4.Hanasakaji-san (Shibuya)
Ini restoran yang bersertifikat halal kedua di Shibuya. Restoran ini menyediakan menu shabu-shabu halal.Untuk harga yang ditawarkan pada jam makan siang 2500 yen. Makan malam restoran ini m​en​awarkan harga 4000-18.000 yen. Anda harus merogoh kocek dalam-dalam untuk ​bisa ​menikmati shabu-shabu​ yang enak​ di​ ​sini.


5. Kappou YAMA (Saitama)
Restoran bersertifikasi halal ​ini terletak ​di Saitama. Mereka menawarkan hidangan seperti yakitori dan ramen​ yang diracik hangat. ​Selain itu restoran ini juga menyediakan katering berupa bento, dan lauk pauk halal.


Kappou Yama, or the family restaurant of Yamada, serves a halal menu that is authentically Japanese. The restaurant has been open since June 2014. It is not only halal certified, but also a member of the Halal Japan Business Association. Even though the restaurant is still new, it is already popular with visitors. When I visited this restaurant, there were some families enjoying dinner. Mr.Yuki Yamada, the owner of Kappou Yama, told me most of the customers are families, tourists, and locals, being both muslims or non-muslims.

Kappou Yama is located inside the Saitama Arts Theater Building in Saitama. To get there, use a rapid JR train via the Saikyo Line from Shinjuku Station to Yono-Hommachi Station. From there it is about a five minute walk. The Kappou Yama restaurant is not only for dining-in but there is also a delivery service option to universities, major hotels, and offices. With such convenience, there are many ways to enjoy the halal food Kappou Yama.

website: http://kappou-yama.jp/
Address/Alamat:
3-15-1 Uemine, Chuo-ku, Saitama-shi, Saitama, 338-0014, JAPAN


6.Pran Pone
Ini adalah restoran italia pertama yang memiliki sertifikasi halal dari Jepang Islam cultural Center. Sama seperti restoran Italia lainnya, disini juga menyajikan pasta, pizza,dan menu khas Itali lainnya. Uniknya pemilik restoran ini bukan orang Italia, melainkan orang Bangladesh.

Address/Alamat:
Hako Building 1F, 1-9-5 Toyotamakami
Nerima-ku, Tokyo

7. Tokyo Halal Restaurant
Dari namanya kita sudah tau bahwa ini adalah restoran bersertifikasi halal.​ ​Restoran ini menyajikan masakan Jepang modern yang halal.​ Restoran ini juga​  direkomendasi oleh pusat kebudayaan Islam Jepang.

Address/Alamat:
Akasaka Royal Plaza B1F, 2-13-8, Akasaka, Minato-ku, Tokyo

8. Saishoku Teppan Ippin
Restoran ini menyajikan menu diet dari sayuran organik dan daging.​ ​Jangan khawatir karena restoran ini sudah bersertifikasi halal oleh oleh Asosiasi Halal Nippon Asia.​ ​Menu yang disajikan seperti, Salmon tutumiyaki,Toufu hamburger dan es krim khas jepang.

Address/Alamat:
Langs Daikanyama 2F, 2 Chome-13-16, West Ebisu, Shibuya-ku, Tokyo

9.Naritaya
​Restoran ini​ sudah memiliki sertifikasi halal dari Jepang Islam Cultural Center. Restoran yang terletak pusat perbelanjaan Sensoji Nisisando ini menyajikan berbagai jenis ramen seperti, ​t​sukemen, dan mazesoba. Harga yang ditawarkan untuk ramen sekitar 700 yen atau sekitar Rp 75.900.

Check out the review here: http://www.gaijinjapan.org/naritaya-ramen-halal-a-tokyo/
Address/Alamat:
2-7-13, Asakusa, Taitō-ku, Tokyo

10. Manhattan Fish Market
Restoran ini da​pat​ Anda temui di beberapa negara.​ Merupakan salah satu rekomendasi yang memiliki sertifikasi halal Malaysia. ​Be​rbagai pilihan ​seafood ​segar dengan gaya Amerika​ disajikan hangat​.

Address/Alamat:
Sankei 33 Building B1F, 1-4-2, Higashiikebukuro, Toshima-ku, Tokyo

Map/Peta

26.9.14

Bebunyian Yang Tak Biasa dari Speak Percussion

Salah satu pertunjukan dalam Festival Salihara 2014 yang bertema "Di Seni Senang" adalah "Circuit" dari kelompok Speak Percussion yang berasal dari Melbourne, Australia.

Di bagian pertama “Cradle”, saya pejamkan mata sehingga terasa sedang di Narnia. Bel, krincingan kerang, serta tarik-menarik pita kaset berpadu dengan nada-nada diatonis dari kibor. Secara keseluruhan musiknya bernuansa lullaby — musik pengantar ke alam mimpi.

Di komposisi Popular Contexts vol. 6 yang terdiri atas 4 bagian, dimainkan pada drum, pemutaran bunyi-bunyi rekaman, dan xylophone. Dua bagian pertama adalah interpretasi atas apa yang disebut pop sementara dua bagian lainnya adalah remix atas suara-suara yang kita temui sehari-hari seperti suasana bandara dan suasana konser. Sebagai pendengar, ada yang membikin "Heh?!" ada yang mem "Wow", ada juga yang membuat saya bertanya-tanya "Are we there yet?"

Pada bagian "Hypnagogics" yang dimainkan solo oleh Eugene Ughetti — inspirasinya dari keadaan setengah tidur, semacam pas udah kebangun gara2 alarm, trus mencet snooze, mau tidur tapi ga bisa nyenyak lagi — instrumennya adalah 25 microsounds yakni 25 nada dari 5 macam material: kaca, keramik, logam, kayu, dan membran kulit. Sukses bikin setengah ngantuk juga.

Yang terakhir yakni "B" karya Simon Løffler itu yg ajaib: musik dari lampu neon. Lampu neon menyala dari tembakan elektron yg jadi gelombang elektromagnetik yg bisa dihantarkan juga oleh badan manusia. Gabungan antara on off lampu neon, sentuhan, dan distorsi itu yang jadi musik. 

{minimal penonton tepuk tangan karena pemainnya selamat gak kesetrum pas megang lampu neon}


Yg paling gila lagi, itu semua komposisi ada partiturnya, jadi bukan improvisasi. Bisa dibilang sebagai “a very well rehearsed noise”

“Circuit” dari Speak Percussion bukan musik yg biasa-biasa yg gampang dicerna, tapi “acquired taste”. Kudos untuk eksplorasi suara yg disajikan — begitu dekat dengan tema festival, yakni kesenangan dan "kegilaan" bereksperimen yang menghasilkan sesuatu yang bernilai seni.




13.6.14

KLIA2: Terminal Penerbangan Murah Terbesar di Dunia

Saat terbang bersama AirAsia tanggal 22 Mei lalu ke Haneda, rupanya bisa juga kami merasakan layanan di KLIA2 yang sudah beroperasi mulai dua minggu sebelumnya, tepatnya tanggal 9 Mei.

KLIA2 sendiri berlokasi bersebelahan dengan KLIA, namun dengan terminal, menara kontrol, dan landasan pacu tersendiri. Terminal KLIA2 sendiri terbilang istimewa, karena terluas dan pertama memiliki airbridge (jembatan antar terminal di atas apron) sedangkan menara kontrolnya adalah yang tertinggi di dunia.

Sebagai bandara hub yang merupakan tempat transit, KLIA2 menyediakan proses transit yang terintegrasi. Dari pesawat AirAsia asal Jakarta, penumpang turun langsung menuju Kaunter Pertukaran, Antarabangsa jika tujuan berikutnya adalah di luar Malaysia atau Dalam Negeri jika tujuan berikutnya adalah di wilayah Malaysia.




[Menara kontrol dan airbridge di KLIA2]

Kelihatan sekali seriusnya pihak pengelola bandara Malaysia dalam memberikan layanan kepada penumpang penerbangan biaya rendah (low cost carrier) - terutama AirAsia yang mendominasi penerbangan di KLIA2 ini.




[Sejumlah pesawat AirAsia nampak posisi parking atau taxiing]



Kami yang akan ke Haneda, menuju Kaunter Pertukaran Antarabangsa atau internasional. Siang itu belum banyak penumpang yang mengantri sehingga proses check in untuk penerbangan lanjutan ini cukup cepat. Boarding pass KUL-HND yang sudah dicetak di mesin self check-in di Jakarta, ditukar dengan boarding pass baru.






Lalu dilanjutkan dengan proses pemeriksaan keamanan, ini pun cukup cepat. Ingat, jangan ada unsur logam menempel di tubuh, seperti ikat pinggang, sepatu atau telpon genggam. Kalau ada, lepas dan letakkan di baki yang akan dilewatkan pada mesin pemindai.


Setelah proses pemeriksaan ini, kami bisa menikmati sedikit waktu untuk melihat-lihat mall yang ada di terminal antarabangsa ini. 

Layanan toilet, musholla, ATM, penukarang uang sudah dapat dinikmati, begitu juga toko cinderamata khas Malaysia "Karyaneka", toko buku, toko permen dan coklat, toko gadget Apple, sejumlah toko pakaian, serta toko duty free.










Kalau ingin bersantai sebelum masuk ke boarding gate, tersedia banyak kursi dan sofa yang nyaman. Bahkan untuk penumpang yang ingin beristirahat lebih nyaman lagi, tersedia Sama-Sama Express yang menyediakan layanan hotel dan lounge. Jadi jika waktu antara pindah pesawat cukup panjang, layanan ini amat cocok digunakan.

[Skylight yang membuat suasana terminal menjadi terang alami sehingga hemat pencahayaan listrik]


Satu yang masih kurang, setidaknya per 22 Mei lalu, yakni layanan makanan. Padang selera alias food court belum dibuka, sehingga pilihan tempat makan hanya Warung, Gloria Coffee, dan McDonald. Jadilah antrian McDonald sebegini ramainya sehingga habis waktu hampir sejam untuk memesan makanan. 



Kami lihat proses penyelesaian toko, pusat makan, dan fasilitas lainnya sedang dalam pengerjaan. Pastinya tidak lama lagi, layanan KLIA2 semakin lengkap dan memenuhi kebutuhan para tamu.





3.4.14

Bandara Ngurah Rai dengan Wajah Baru

Beberapa foto wajah baru Bandara Ngurah Rai  (Bali International Airport Ngurah Rai) per tanggal 2 April 2014.



Kedatangan Internasional

Kedatangan Internasional

Kedatangan Internasional

Kedatangan Internasional

Taman Tropis di Kedatangan Internasional

Nursery Room di Kedatangan Internasional

Toilet Pria "Bli" di Kedatangan Internasional

Toilet Perempuan "Gek" di Kedatangan Internasional

Struktur Atap Terminal di Bandara Ngurah Rai

Struktur Atap Terminal di Bandara Ngurah Rai

Baggage Claim di Kedatangan Internasional
(sementara ini sebagian dipakai untuk Keberangkatan Domestik)

Meja Imigrasi di Kedatangan Internasional
(sementara ini sebagian dipakai untuk Keberangkatan Domestik)

Ruang Kedatangan Internasional
(sementara ini sebagian dipakai untuk Keberangkatan Domestik)

Barong dan Rangda di Ruang Kedatangan Internasional
(sementara ini sebagian dipakai untuk Keberangkatan Domestik)

Barong dan Rangda di Ruang Kedatangan Internasional
(sementara ini sebagian dipakai untuk Keberangkatan Domestik)

Premium Check In Garuda

Shopping Arcade di Keberangkatan Domestik

Meeting Point di Kedatangan Internasional

Travelator untuk Keberangkatan Domestik

Gate 19 & 20 - Keberangkatan Domestik

Gate 19 & 20 - Keberangkatan Domestik

Gate 19 & 20 - Keberangkatan Domestik

Gate 19 & 20 - Keberangkatan Domestik

Shopping Area dekat Gate 19 & 20 - Keberangkatan Domestik

29.1.14

Turandot by Giacomo Puccini


I've been a fan of "Nessun Dorma" — be it the rendition by the great tenor Luciano Pavarotti, or by British Got Talent finalist Paul Potts. But not since last week I learn a lot about the opera "Turandot", to which the aria belongs to.

Puccini composed the music for Turandot to a libretto written by Giuseppe Adami and Renato Simoni, but died in 1924 before finishing this masterpiece. With the help of Franco Alfano, Turandot was completed in 1926 and performed for the very first time  in Teatro alla Scala in Milan, Italy.

The plot is set in China, telling the story about Prince Calàf from foreign land who falls in love with a very beautiful yet icy cold-hearted Princess Turandot, daughter of Emperor of China, Altoum. Any suitor of the princess must be of royal blood and answer three riddles; any wrong answer will lead to beheading. Prince Calàf passes the test as unknown stranger but Turandot still refuses to marry him. Later he offers her a way out, if she can find out his name before the next dawn, he will accept the death penalty.

Youtube is a great source for art performance videos so actually it's not that shocking that I can found the video of the performance of Turandot.

Several videos of the performance are available in this google-owned service. In particular I love the one performed in the Forbidden City, Beijing. 

First, because the setting of the opera is Pekino, italian for Peking which in Wade-Giles is written as Beijing, the capital of China. 

Second, the Chinese government had banned the performance of the opera because the thought it pictured China in a rather negative way — but in 1998 they relented and allowed the performance in the very heart of Beijing. 

Third, this version is performed by a collaboration of world-renowned conductor, musicians, opera singers, stage director, choir master, choir singers, and other talents. 





Fourth, the scenes are acted in more symbolical and less realist way and in the same time incorporating many chinese performance art elements to make the opera closer to the root.