Lagu Lama di-Remix

Paling enak emang jadi orang yg gak konsisten. Bisa nyelip ke mana aja. Jadi, kadang-kadang orang boleh komentar "Jakarta tuh sempit, mas" kalo ngeliat ada orang yang nggak sadar kacak pinggang di tengah jalan dan jadinya menghalangi orang lewat ato orang yang ngambil jalur jalan nggak jelas, ke kiri bukan ke kanan bukan. Tapi sekarang komentar gw sama Sutiyoso, "Jakarta tuh luas, bang!"

Nggak puas dengan proyek ratusan miliar yang kemaren, sekarang ada proyek lain lagi yang tujuannya cuma buat ngebenahin satu jalan "penting" (Gesturing it probably would convey the exact meaning) Sudirman-Thamrin: nambah jalur. Banyak kurang banyak?

Mungkin Sutiyoso cuma lewat jalan itu aja. Ini buktinya dia cuma mondar-mandir di daerah Sudirman-Thamrin aja, pagi pas mo ke Balai Kota Jakarta, sore pas mo pulang ke rumah. Jadi kalo dia liat Sudirman-Thamrin rapi dan lancar, mungkin dia berasa satu Jakarta juga rapi dan lancar.

Hah, emangnya orang di Jakarta cuma lewat jalan itu aja?

"Ini bukan pelebaran jalan, tapi penambahan lajur. Seharusnya, sebelum ada busway, ini dilebarin dulu. Tapi kan perlu waktu lima bulan. (Kalau menunggu) nanti malah buswaynya tidak akan jalan-jalan," kata dia.


Okey, nggak ada pemilik gedung di sepanjang jalur ini yang mesti khawatir kena gusur dengan uang ganti rugi semeter lima ratus perak, sebab rupanya jalur baru yang dibangun cuma mengambil korban sejumlah pohon yang ada di jalur hijau. Atau mungkin jalur pejalan kaki terpaksa dipersempit sedikit? Kayaknya pejalan kaki perlu ikut diet WRP biar nggak banyak makan tempat di trotoar. Ayo pejalan kaki, kalian memang harus banyak mengalah!

... proyek akan dimulai jika sudah ada laporan-laporan, ... "Kira-kira mereka butuh waktu, sekitar 1 bulan. Terserah hasil studinya nanti. Kalau dinyatakan merusak lingkungan, ya sudah," kata dia.


Nungguin laporan dari peneliti dampak lingkungan, ... trus ada niat untuk ngikutin rekomendasinya, gituh? Ya Sudah adalah komentar yang sama sekali nggak jelas. Ya sudah, saya kasih kesempatan lebih lama untuk meneliti lagi, barangkali ada analisisnya yang keliru ato Ya sudah, cari peneliti lain ... ato Ya sudah, saya minta petunjuk ibu Presiden saja ... ato Ya sudah, jalan terus seperti proyek-proyek sebelumnya, pantang mundur! .... Gemes!

Kalo gw yang punya kuasa, barangkali gw bakal bikin ruas antara Pasar Minggu dan Cempaka Putih Tengah dibuat sepuluh jalur, enam jalur cepat, dan empat jalur lambat dilewati dilengkapi jalur Busway dan monorail atau triple decker, dengan kiri kanan jalan dihiasi pohon peneduh dan taman di sepanjang jalur hijau.

Bego banget gw!

Kalo gw yang punya kuasa, gw bikin kantor di rumah gw biar nggak pusing tiap hari ngeliat jalanan macet.

"Jangan harap ini menyelesaikan kemacetan. Ini hanya meningkatkan pelayanan. Ya paling tidak, kecepatan mobil bisa naik dan polusi bisa turun," jelasnya


Wait, wait ... I think I'm having a deja vu. Wait, wait a second ... yeah it is. Kayaknya gw pernah baca komentar (baca:tangkisan) ini, pas perang opini tentang Busway dulu. Ini kayaknya bakalan terus jadi theme song pejabat Jakarta setelah "Kemesraan" dan "Cucak Rowo".

Jadi jangan harap postingan ini akan menyelesaikan masalah kemacetan di Jakarta. Bahkan berharap pun susah di sini.

Comments

Popular Posts